KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI TAMAN WISATA ALAM PANTAI PANANJUNG, PANGANDARAN, JAWA BARAT.

Astri Lestari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan tingkat keanekaragaman makrozoobenthos serta mengetahui parameter lingkungan yang mempengaruhi keadaan makrozoobenthos di lingkungan wisata alam pantai Pananjung Barat, Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi. Langkah pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Indeks Keanekaragaman dihitung dengan menggunakan rumus Shannon Index of Diversity, Indeks Keseragaman dihitung dengan menggunakan rumus Evenness Index, dan Indeks Dominansi dihitung dengan menggunakan rumus “Index of Dominance” dari Simpson. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan makrozoobenthos paling banyak ditemukan di stasiun 1 dengan jumlah individu sebanyak 514. Sementara paling sedikit ditemukan di stasiun 3 dengan individu yang ditemukan sebanyak 109. Persentasi kelimpahan Makrozoobenthos yang paling tinggi  adalah kelas Porifera sebesar 69%, dan yang paling rendah  adalah kelas Crustacea sebesar 4%. Dominansi Makrozoobenthos yang paling tinggi di stasiun 3 yaitu 2,9167 dan yang terendah stasiun 1 sebesar 1,9192. Spesies porifera sp., merupakan spesies yang mendominasi disetiap stasiun. Keragaman Makrozoobenthos pada Taman Wisata Pananjung, Pangandaran  termasuk rendah. Keseragaman Makrozoobenthos di stasiun 1 dan 2 termasuk rendah sedangkan di stasiun 3 tinggi. Secara umum lingkungan Taman Wisata Pananjung, Pangandaran  yang masih dapat mendukung untuk pertumbuhan Makrozoobentos.


Keywords


Makrozoobenthos

Full Text:

PDF

References


Barnes R.S.K. and K.H. Mann. Fundamentals of Aquatic Ecosystems. Blackwell Scientific Publications. Oxford London Edinburgh Boston Melbourne. 229 p.

Campbell, N. A., J. B. Reece & L. G. Mitchell. 2002. Biologi edisi 5 jilid 1. Terj. Biology five edition. Savitri, A. Erlangga, Jakarta: xxi + 438 hlm.

Effendi, P. S. 2012. Komposisi dan Keanekaragaman Benthos dalam menilai Kualitas Air Sungai Lematang, di Desa Tanjung Muning, Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim. Jurnal Penelitian Sains. 5 (2): 83 -87.

Ibrahim, Y., H. K. Surtikanti, Riandi & Adianto. 2016. Analisis Keragaman Biota dan Faktor Fisiko-Kimia Pantai Karapyak Pangandaran untuk Kebutuhan Pengembangan Kuliah Lapangan Terpadu Mahasiswa Calon Guru Biologi. Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya. 4 (1): 114-126.

Lee, C.D, S.B. Wang & C. L.Kuo. 1978. Benthic Macro Invertebrate And Fish as Biological Indicators of Water Quality with reference to Community Diversity Index In Water Pollution Control in Developing Countries. The Asian Institut of Technology, Bangkok. 238 p.

Noortiningsih, Jalip. I. S, & Handayani, S. 2008. Keanekaragaman Makrozoobenthos, Meiofauna dan Foraminifera Di Pantai Pasir Putih Barat Dan Muara Sungai Cikamal Pangandaran, Jawa Barat. Vis vitalis, 1 (1): 34 -42.

Odum EP. 1971. Fundamentals of Ecology. Third Edition. W.B. Sounders Company, Toronto. 574 p

Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.

Pandi, A. 1992. Aspek Ekologi Perairan Dalam Analisis Dampak Lingkungan (Bidang Biologi Perairan). Latihan AMDAL BPLP Ciawi, Bogor.

Ridwan, Muhammad, (2016). Struktur Komunitas Makrozoobenthos Di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi, 9(1), 2016, 57-65

Sagala. E. P. 2005. Ekologi Sungai Terjemahan. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya.

Subagio, Iwenda Bella. dan Aunurohim

.2013. Struktur Komunitas Spons Laut (Porifera) di Pantai Pasir Putih, Situbondo. JURNAL SAINS DAN SENI POMITS 2, (2), 159-165

Welch, P.S. 1962. Limnologcal Methods. Mc. Graw-Hill Book Company Ltd., New York. 381 p.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 PERENNIAL : Jurnal Pendidikan Biologi dan Biologi